default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

Satu PDP Covid-19 di Gresik Terkonfirmasi Meninggal

Satu PDP Covid-19 di Gresik Terkonfirmasi Meninggal
Peristiwa Nasional
Sekretatis Satgas Pencegahan Covid-19 Gresik Drg Saifuddin Ghozali bersama Direktur RSUD Ibnu Sina Gresik dr Endang didampingi Kabag Humas Reza ketika konferensi pers
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

GRESIK - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terkonfirmasi meninggal pada Kamis (26/3/2020) dini hari. Setelah mendapat perawatan medis selama seminggu di RSUD Ibnu Sina Gresik.

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Gresik, Drg Saifuddin Ghozali mengatakan, pasien yang meninggal belum diketahui positif virus corona atau tidak. Pasalnya, hasil lab swab yang sudah dikirim ke Surabaya belum keluar.

"Sekarang belum terkonfirmasi karena belum ada hasil lab. Maka, saat meninggal statusnya masih PDP. Nanti kami kabari kalau hasil lab sudah keluar," ujarnya saat konferensi pers, Kamis (26/3/2020).

Dijelaskannya, bahwa jenazah korban sudah dimakamkan di salah satu tempat pemakaman wilayah gresik. Proses pemakanan juga sudah sesuai dengan SOP. 

Seluruh orang yang pernah kontak langsung dengan korban akan dilakukan pelacakan untuk memantau kesehatan selama 14 hari kedepan. "Pergerakannya juga dibatasi agar tidak terlalu banyak beraktifitas," ungkapnya.

Dari hasil penelurusan, korban punya riwayat perjalanan ke Jakarta yang merupakan zona merah selama seminggu. "Iya betul pernah ke Jakarta," imbuhnya.

Pria yang juga Kepala Dinas Kesehatan itu menyebutkan, bahwa data terbaru hari ini diantaranya, untuk status orang dalam resiko (ODR) terdapat peningkatan. Kemarin 663 orang, hari ini bertampah menjadi 675. Mereka datang dari luar negeri. Yang sudah lepas pengawasan selama 14 hari berjumlah 406. 

Sementara orang dalam pemantauan (ODP) kemarin berjumlah 44 orang, sekarang bertambah menjadi 57 orang. Yang sudah lepas pengawasan 4 orang.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) kemarin berjumlah 10 orang kini naik menjadi 19 orang. Yang dinyatakan sembuh sebanyak 3 orang. Yang meninggal satu orang.

"Yang dinyatakan positif sampai saat ini masih belum ada," kata Ghozali saat konferensi pers, Kamis (26/3/2020) siang.

Sementara itu Direktur RSUD Ibnu Sina, dr Endang menambahkan, pasien PDP yang meninggal masuk ke IGD mulai Sabtu (21/3/2020) malam. Kondisinya sudah sesak nafas berat. Semakin lama, kondisinya semakin parah.

Kemudian, pada Kamis (26/3/2020) dini hari terkonfirmasi meninggal dunia. Dijelaskan, sejak awal merawat hingga penanganan jenazah sudah dilakukan sesuai SOP.

"Sebelum dibawa, ambulannya juga disemprot dengan disinfektan. Jadi kami pastikan semua sudah sesuai SOP," pungkasnya.


Kontributor : Syaifuddin Anam
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar