SUARA INDONESIA SUMENEP

Ketum Saudagar Madura Nilai Pemerintah Daerah se-Pulau Garam Gagal Kembangkan UMKM

Wildan Mukhlishah Sy - 28 March 2023 | 16:03
Ekbis Ketum Saudagar Madura Nilai Pemerintah Daerah se-Pulau Garam Gagal Kembangkan UMKM
Ketua Umum (Ketum) Saudagar Madura Akhmad Ma'ruf Maulana. Foto: Istimewa

SUMENEP- Ketua Umum (Ketum) Saudagar Madura Akhmad Ma'ruf Maulana menyebut, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) di empat kabupaten se-Madura, gagal membina dan mengembangkan potensi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di wilayahnya masing-masing. 

Bukan tanpa alasan, pernyataan tersebut menurutnya berangkat dari realitas di lapangan, bahwa tidak ada produk unggulan UMKM dari Madura, yang cukup terkenal dan tampil di kancah nasional.

Kalaupun ada, kata dia, produk dari Madura masih belum menjadi pilihan utama di masyarakat, baik warga lokal sendiri, regional, nasional hingga internasional. 

"Saya sebut gagal, karena kalau dibilang berhasil, sampai saat ini mana ada produk madura yang tampil di kancah nasional," ungkapnya, saat ditemui di kediamannya, Selasa (28/3/2023). 

Hal itu, kata pria yang akrab disapa Ma'ruf tersebut tidak luput dari kurangnya kreatifitas pemerintah, dalam hal ini khususnya Kepala Daerah, terkait upayanya untuk mengeksplor potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. 

Padahal menurutnya, Madura merupakan sebuah daerah yang kaya akan berbagai potensi, mulai dari budaya, kesenian, hasil pertanian, hingga sektor kelautan, yang dapat dikembangkan untuk menciptakan ikon yang lebih dikenal oleh dunia. 

Pria yang juga merupakan Ketua Gabungan Pengusaha Export Indonesia (GPEI) itu menekankan, pemerintah daerah di Madura, harusnya dapat melakukan branding pada produk-produk UMKM setempat. Sehingga benar-benar bisa menjadi pilihan pertama, bagi para konsumen. 

Selain membina para pelaku UMKM untuk menghasilkan produk dengan kualitas bagus, pemerintah daerah, juga harus mampu mengajak masyarakat untuk meningkatkan minat dalam membeli dan menggunakan produk lokal. 

Sehingga, jika merasa puas, masyarakat nantinya akan secara otomatis membantu mempromosikan produk yang dibelinya, melalui berbagai platform media sosial yang dimiliki. 

"Coba lebih kreatif, gali apa potensi yang dimiliki. Lalu jadikan itu sebagai produk unggulan yang ikonic. Misal kalau orang liat batik ya inget Madura, kalau Madura ya Batik. Memajukan perekonomian itu, memang butuh kreatifitas yang tinggi," ujarnya. 

Namun, dirinya menilai bahwa saat ini seluruh pemerintah daerah di pulau garam, hanya fokus pada dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saja.

Maka tak heran, jika perekonomian di Madura, khususnya untuk sektor UMKM belum menampakkan perkembangan yang signifikan. 

"Memang butuh orang yang punya pemikiran out of the box, dengan ide-ide gilanya, dalam hal ini konteksnya positif ya, untuk meningkatkan perekonomian di Madura. Kalau hanya bergantung pada APBD, ya tidak bisa lah," tandasnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya