SUARA INDONESIA SUMENEP

Kecam Aksi Mafia Pupuk di Sumenep, APPI Jatim Minta Aparat Tak Ikut Bermain

Wildan Mukhlishah Sy - 21 March 2023 | 09:03
Peristiwa Daerah Kecam Aksi Mafia Pupuk di Sumenep, APPI Jatim Minta Aparat Tak Ikut Bermain
Ketua APPI Jatim Jumantoro. Foto: Wildan/suaraindonesia.co.id

SUMENEP- Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur, turut mengecam aksi dari penyelundupan 18 ton pupuk bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu. 

Ketua APPI Jatim Jumantoro mengatakan, hal tersebut adalah sebuah fenomena yang sangat ironis.

Dimana para petani setempat, kerap kali mengeluhkan kelangkaan pupuk, namun sejumlah oknum yang tak bertanggungjawab, malah memilih untuk menjualnya ke luar daerah tanpa memperdulikan nasib petani Sumenep. 

"Saya sangat mengecam tindakan ilegal ini, sangat menyakiti hati petani," saat dikonfirmasi oleh suaraindonesia.co.id, melalui sambungan telpon, Senin (20/3/2023). 

Menurutnya, kasus serupa bukan merupakan hal yang baru. Namun, para mafia seolah belum mendapatkan hukuman yang membuat mereka jera, hingga aksi penyelundupan pupuk masih sering ditemukan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep. 

Untuk itu, dirinya meminta para aparat dan penegak hukum tidak ikut bermain dalam penuntasan kasus penyelundupan pupuk bersubsidi tersebut.

Karena, ia menilai langkah yang diambil oleh instansi terkait, sangat menentukan nasib dan masa depan kesejahteraan petani di Bumi Sumekar. 

Lebih lanjut, dirinya juga ingin adanya langkah kongkrit berupa tindakan hukum yang pasti dan adil dari pihak berwewenang, guna memberikan soft therapy bagi pelaku, serta menjadi bahan pembelajaran bagi masyarakat luas. 

"Saya ingin, aparat dan penegak hukum di Sumenep bisa memberikan langkah kongkrit sebagai soft therapy, melalui tindakan hukum yang pasti," ucapnya. 

Dikonfirmasi sebelumnya, Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko mengaku, pihaknya tengah melakukan pengembangan penyelidikan dan memburu seorang terduga pelaku dengan inisial W, yang diduga sebagai otak dari penyelundupan pupuk bersubsidi di Sumenep. 

"Inisial W, saat ini masih dicari. Kantong-kantong yang terafiliasi dengan keluarga W, juga terus kita awasi," tandasnya. 

Sekedar diinformasikan, Polres Sumenep sebelumnya berhasil menggagalkan aksi pegiriman 18 ton pupuk bersubsidi ke luar Madura. Pihaknya juga mengamankan dua orang yakni H dan IH, yang saat itu berperan sebagai supir truk pengangkut pupuk. 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya