SUARA INDONESIA SUMENEP

Kondisi Kritis, Pasien di Pulau Sapeken Sumenep Harus Carter Kapal untuk Berobat ke Bali

Wildan Mukhlishah Sy - 12 October 2023 | 06:10 - Dibaca 1.64k kali
Kesehatan Kondisi Kritis, Pasien di Pulau Sapeken Sumenep Harus Carter Kapal untuk Berobat ke Bali
Puskesmas Sapeken (Foto: Istimewa)

SUMENEP, Suaraindonesia.co.id - Terletak di pulau terpencil yang jauh dari pusat kota, masyarakat Sapeken, Sumenep, Madura  merasakan kesenjangan pelayanan kesehatan. Mereka merasakan dampak dari minimnya fasilitas Puskesmas Sapeken, apalagi kalau  kasus penyakit yang ditangani berat sehingga harus dirujuk oleh Puskesmas

Curahan hati masyarakat Sapeken diwakili oleh Rifandi, warga setempat.  Karena minimnya fasilitas kesehatan di Puskesmas Sapeken, menurut Rifandi,  pasien yang kondisinya parah sering tak tertangani dan harus dirujuk ke Banyuwangi atau ke Bali.

Kenapa harus dirujuk ke rumah sakit di Banyuwangi atau Bali? Karena, kata Rifandi, jaraknya lebih dekat. Perjalanan dengan kapal mencapai 5 jam. “Selain lebih dekat, alatnya lebih lengkap,” tambahnya. Sementara, jika harus dirujuk ke pusat Kabupaten Sumenep, pasien harus melalui perjalanan 6-8 jam.

Ironisnya, ketika harus merujuk pasien, pihak Puskesmas tidak menyediakan transportasi ambulans bagi pasien. Menurut Rifandi, Puskesmas hanya mampu mengeluarkan Surat Rujukan maupun Surat Jalan. Setelah itu, pasien harus mengeluarkan uang pribadi untuk transportasi menggunakan kapal ke rumah sakit di Bali maupun Banyuwangi. 

"Biaya operasional dan biaya carter loading untuk ke Bali dan Banyuwangi itu mencapai puluhan juta rupiah, bagaimana dengan masyarakat yang kurang mampu," ungkapnya.

Keadaan tersebut menyulitkan masyarakat setempat, baik yang sekadar ingin berobat hingga seorang ibu yang akan melahirkan. "Sungguh tidak elegan rasanya, ketika hanya mau melahirkan harus dirujuk ke Bali mengingat biaya yang begitu banyak akan kita keluarkan," ucapnya.

Rifandi pun merasa bahwa apa yang ada di Puskesmas Sepekan sudah tidak lagi sejalan dengan selogan "Bismillah Melayani" yang sering digaungkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo 

Menurut dia, kesenjangan pelayanan kesehatan di darat dan kepulaun terlalu timpang sehingga perlu dibenahi dan mendapat perhatian pemerintah. "Ini yang harus ditingkatkan dalam pelayanan kesehatan puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep. Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah selaku pejabat publik, yang mana dalam tugas dan fungsi harus dan wajib mensejahterakan rakyat," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sapeken Suharto belum memberikan respon setelah dihubungi oleh suaraindonesia.co.id, melalui WhatsApp. Begitu juga Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agustiono Sulasno yang juga tak menjawab telepon dan pesan singkat dari Suaraindonesia.co.id. (*)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Wildan Mukhlishah Sy
Editor : Danu Sukendro

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya